Insiden dugaan keracunan makanan kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, sebanyak 18 siswa TK dan PAUD di Kabupaten Jember mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan yang berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (20/5), ketika paket makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak lama setelah makanan disantap, sejumlah siswa mulai menunjukkan kondisi tidak sehat seperti lemas dan pucat saat masih berada di lingkungan sekolah. Kondisi beberapa anak kemudian memburuk setelah pulang ke rumah.
Baca Juga: KSP Turun Tangan Awasi MBG, Pastikan Tak Ada Lagi Praktik Jual Beli Titik Dapur
Beberapa siswa dilaporkan mengalami muntah-muntah, diare, hingga sakit perut. Para korban berasal dari tiga lembaga TK dan PAUD berbeda di wilayah Jember. Akibat kejadian itu, sejumlah anak harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan puskesmas setempat.
Kepala Satgas MBG Jember sekaligus Pj Sekda Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan empat anak menjalani rawat inap di RSUD Kaliwates. Sementara lainnya menjalani rawat jalan setelah mendapat pemeriksaan dari tenaga medis.
Baca Juga: Prabowo Resmi Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia, Jadi BUMN Khusus Ekspor SDA
Pemerintah Kabupaten Jember langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional dapur SPPG yang diduga menjadi sumber makanan tersebut. Satgas MBG juga akan meningkatkan inspeksi dan pengawasan terhadap dapur-dapur penyedia makanan program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Bupati Jember turut menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan orang tua siswa atas insiden tersebut. Pemerintah berharap kasus dugaan keracunan ini menjadi yang terakhir terjadi di wilayah Jember.
source: 18 Siswa TK-PAUD di Jember Keracunan Diduga Usai Santap MBG
