Karyawan Resah, LuLu Hypermarket Tutup Gerai dan Gelar Diskon Besar-Besaran
Karyawan LuLu Hypermarket tengah dilanda kebingungan dan kekhawatiran seiring dengan kabar penutupan sejumlah gerai mereka. Dadang (bukan nama sebenarnya), seorang karyawan yang ditemui pada Kamis (3/4/2025), mengungkapkan rasa resahnya. Menurutnya, meskipun masih ada beberapa karyawan tetap, mayoritas yang bekerja saat ini adalah anak magang. "Banyak yang menunggu kejelasan, terutama karyawan tetap yang kini hanya tinggal dua orang," ujar Dadang.
Situasi semakin rumit karena belum ada pemberitahuan resmi dari pihak manajemen mengenai masa depan toko. "Belum ada info lebih lanjut dari manajemen," tambahnya.
Kondisi di beberapa gerai LuLu juga terlihat sangat sepi. Salah satunya adalah di LuLu Hypermarket Cakung, Jakarta Timur, yang pada Kamis (3/4/2025) tampak jauh berbeda dari biasanya. Area parkir hanya diisi lima mobil dan tiga motor, serta kondisi toko yang panas akibat sebagian besar AC yang tidak berfungsi. Selain itu, banyak rak yang kosong, terutama di area produk makanan dan minuman. Beberapa bagian toko bahkan tidak diterangi lampu, dengan rak-rak dibatasi untuk mencegah pengunjung masuk.
Namun, meski toko terlihat sepi, terdapat penawaran besar-besaran yang menarik perhatian. Di pintu masuk, terpasang poster bertuliskan "LuLu Big Sale Diskon Hingga 80%". Barang-barang yang tersisa sebagian besar adalah kebutuhan rumah tangga seperti sabun, sampo, dan peralatan rumah tangga lainnya. Bahkan, terdapat produk Natal dan Imlek yang dijual dengan diskon hingga 50%.
Isu penutupan LuLu Hypermarket mencuat sejak awal Maret 2025 dan semakin ramai dibicarakan di media sosial. Saat ini, operasional toko di beberapa gerai hanya untuk menghabiskan stok lama yang tersisa, namun belum ada kepastian kapan penutupan ini akan terjadi secara resmi. Sebagian besar pengunjung yang datang ke gerai tampaknya tertarik dengan diskon besar ini meski harus berkeliling dalam suasana panas dan rak yang hampir kosong.
Apakah ini menjadi tanda akhir dari LuLu Hypermarket di Indonesia? Hanya waktu yang akan menjawab, sementara karyawan dan pengunjung tetap menunggu kejelasan dari pihak manajemen.