TNI AU Kirim 10,4 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar dengan Pesawat C-130 Hercules
Pada Selasa, 1 April 2025, pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) berhasil mendarat di Bandara Naypyidaw, Myanmar, membawa 10.446 kilogram bantuan untuk korban gempa. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan Indonesia untuk membantu negara sahabat yang dilanda bencana gempa bumi dengan kekuatan 7,7 Skala Richter.
Pesawat C-130 Hercules yang berangkat dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin ini dipimpin oleh Pilot In Command (PIC), Letkol Pnb A.M. Averroes A.M. Sebelumnya, pesawat lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma dan transit di Lanud Sultan Iskandar Muda sebelum akhirnya tiba di Myanmar.
Bantuan yang dibawa mencakup berbagai kebutuhan darurat, antara lain satu unit truk dari Basarnas, 68 koli tenda pengungsi dari Kementerian Pertahanan, serta tiga ekor anjing pelacak dari Dipolsatwa. Setibanya di Naypyidaw, seluruh bantuan diserahkan kepada otoritas setempat untuk segera didistribusikan kepada warga yang terdampak.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Ardi Syahri, menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini adalah bagian dari misi kemanusiaan yang lebih besar. Sebelumnya, pesawat C-130J Super Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma juga sudah terlebih dahulu mengirimkan bantuan ke Myanmar. Misi kemanusiaan selanjutnya akan menggunakan pesawat Boeing 737-800 dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membantu negara-negara yang sedang menghadapi bencana alam, serta menunjukkan peran aktif TNI AU dalam operasi militer selain perang (OMSP). TNI AU terus berupaya memberikan bantuan dengan profesionalisme, sebagai wujud nyata dari TNI AU yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis).
Pengiriman bantuan ini juga dilakukan bertepatan dengan libur Idulfitri 1446 H, yang semakin memperlihatkan dedikasi TNI AU dalam melaksanakan misi kemanusiaan internasional.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para korban gempa di Myanmar dapat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, mempercepat proses pemulihan, dan mengurangi penderitaan masyarakat yang terdampak bencana.