Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya temuan dugaan praktik transfer pricing dalam ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO). Temuan ini berasal dari pemeriksaan awal terhadap 10 perusahaan besar di sektor sawit Indonesia.
Dalam penjelasannya, Purbaya menyebut bahwa sampel yang diperiksa merupakan perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang ekspor CPO. Dari hasil analisis sementara, ditemukan indikasi pola transaksi yang tidak sesuai dengan nilai sebenarnya dalam perdagangan internasional.
Baca Juga: MA “Sunat” Vonis Eks Bupati Lombok Barat Zaini Arony dari 9 Tahun Jadi 5 Tahun Penjara
Pemerintah kemudian memperluas pendalaman kasus tersebut dan mulai mengarahkan perhatian pada empat perusahaan sawit besar yang diduga memiliki peran dominan dalam pola transaksi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan menelusuri potensi kerugian negara.
Purbaya menegaskan bahwa praktik transfer pricing dan manipulasi nilai ekspor dapat berdampak pada berkurangnya penerimaan negara, terutama dari sektor komoditas strategis seperti sawit yang menjadi salah satu penyumbang utama devisa Indonesia.
Baca Juga: Diduga Abaikan Edaran BGN, Puluhan Siswa di Jember Keracunan Usai Konsumsi MBG
Saat ini, pemerintah masih mengumpulkan data tambahan bersama aparat penegak hukum dan lembaga terkait untuk memastikan sejauh mana praktik tersebut terjadi dan siapa saja pihak yang terlibat.
source: 10 Perusahaan Jalankan Transfer Pricing, Purbaya Incar 4 Pemain Sawit Kakap
