Proses evaluasi yang tengah dilakukan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan kekhawatiran di kalangan mitra pengelola dapur SPPG. Mereka menilai penghentian operasional dapur akibat hasil evaluasi dapat berdampak besar terhadap keberlangsungan usaha yang telah dibangun sejak awal program berjalan.

Baca Juga: Frans Anak Buah Fredy Pratama Diduga Terima Setoran Hasil Jual Beli Narkoba dari Kosnadi

Para mitra mengaku telah menggelontorkan modal dalam jumlah besar untuk memenuhi standar operasional yang ditetapkan. Investasi tersebut digunakan untuk pembangunan dapur, pengadaan peralatan memasak, kendaraan distribusi, hingga perekrutan tenaga kerja yang mendukung pelaksanaan program MBG.

Menurut para pengelola, sebagian besar modal yang telah dikeluarkan masih dalam tahap pengembalian. Jika dapur dihentikan sebelum investasi tersebut kembali, mereka berisiko mengalami kerugian finansial yang cukup besar serta kesulitan memenuhi kewajiban kepada karyawan dan pemasok bahan pangan.

Baca Juga: Ribuan Simpatisan MBG di Malang Gelar Aksi Tandingan, Tanggapi Gelombang Protes Mahasiswa

Selain persoalan investasi, keberadaan dapur MBG juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Program tersebut membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan permintaan bahan pangan dari pelaku usaha lokal yang menjadi pemasok kebutuhan dapur.

Para mitra berharap pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan terkait hasil evaluasi. Mereka meminta adanya kepastian dan komunikasi yang jelas agar pelaku usaha yang telah berinvestasi besar tidak dirugikan oleh perubahan kebijakan yang mendadak.

source: Mitra SPPG Bandung Khawatir Evaluasi MBG Tutup Dapur, Investasi Rp 1 Miliar Belum Kembali