Pemerintah Korea Selatan secara resmi menolak ajakan dari Amerika Serikat untuk bergabung dalam operasi militer di kawasan Selat Hormuz. Keputusan ini diambil karena Seoul menilai bahwa keterlibatan militer harus memiliki dasar hukum internasional yang jelas, seperti mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pejabat Korea Selatan menegaskan bahwa mereka tetap memprioritaskan keselamatan jalur perdagangan dan pasokan energi, namun tidak ingin terlibat dalam konflik yang berisiko memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi minyak dunia, sehingga setiap potensi konflik di wilayah tersebut dapat berdampak langsung pada ekonomi global. Ketegangan meningkat setelah adanya insiden keamanan yang melibatkan kapal-kapal di perairan tersebut.

Analis menilai keputusan Korea Selatan mencerminkan sikap hati-hati banyak negara Asia, yang cenderung menghindari keterlibatan langsung dalam konflik besar tanpa legitimasi internasional.

Ke depan, situasi di kawasan ini masih akan menjadi perhatian dunia, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.

source: Kompas, Pusat Berita