Kasus keracunan massal yang menimpa sekitar 210 siswa dan guru di Surabaya menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa banyak dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dinas Kesehatan Surabaya menemukan dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh yang diduga menjadi sumber keracunan ternyata belum memenuhi standar kebersihan pangan. Dalam inspeksi, petugas menemukan proses pencairan daging dilakukan di suhu ruang selama berjam-jam, banyak lalat di area dapur, hingga penyimpanan bahan mentah bercampur dengan makanan matang.

Baca Juga: 4 Varian Hantavirus Disebut Bisa Picu Gangguan Paru dan Jantung

Akibat kejadian tersebut, ratusan siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, hingga diare setelah menyantap menu MBG berupa daging krengsengan. Sebagian korban sempat menjalani perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan Surabaya.

Fakta lain yang mengejutkan, dari total 133 SPPG di Surabaya, baru 49 dapur yang telah memiliki SLHS. Artinya, masih ada 84 dapur MBG yang belum mengantongi sertifikat higienitas namun tetap beroperasi.

Baca Juga: Joy Red Velvet Curi Perhatian Lewat Momen Hangat di “I Live Alone”

Kasus ini viral di media sosial dan memicu kritik publik terkait pengawasan program MBG yang dinilai masih lemah.

source: Keracunan MBG 210 Siswa Surabaya Bongkar Banyak SPPG Tak Kantongi SLHS