Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang 18 target militer AS yang berada di sejumlah negara Timur Tengah. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas operasi militer terbaru yang dilakukan Amerika terhadap sejumlah lokasi strategis di Iran.

Menurut pernyataan yang disampaikan media pemerintah Iran, target yang diserang mencakup fasilitas militer dan instalasi yang digunakan pasukan Amerika di kawasan Teluk. Iran menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk respons terhadap tindakan Washington yang dinilai mengancam kedaulatan negaranya.

Baca Juga: Prabowo Resmikan RSUD Krui Lampung, Hadirkan Layanan Jantung dan Kanker Lebih Dekat ke Masyarakat

Di sisi lain, militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi yang mereka lakukan sebelumnya merupakan langkah pertahanan diri. AS mengklaim serangan tersebut ditujukan untuk melindungi personel dan aset militernya dari ancaman yang berasal dari Iran.

Eskalasi terbaru ini menambah panjang daftar konfrontasi antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah negara di kawasan juga meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pertahanan udara mereka untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya konflik.

Baca Juga: Empat Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Divonis Hingga 3 Tahun Penjara

Pengamat menilai situasi saat ini masih sangat dinamis. Upaya diplomasi internasional diperkirakan akan terus dilakukan guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas kawasan maupun perekonomian global.

source: Iran Klaim Serang 18 Target Militer AS di Timur Tengah