Amerika Serikat dilaporkan memberikan peringatan kepada pemerintah Iran mengenai dugaan adanya rencana Israel untuk menargetkan dua pejabat tinggi negara tersebut, yakni Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Informasi itu disampaikan melalui jalur komunikasi diplomatik sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan.

Menurut laporan yang beredar, Washington menyampaikan informasi tersebut agar Iran dapat mengambil langkah antisipasi sekaligus menghindari respons yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah. Pemerintah AS juga disebut terus memantau perkembangan konflik yang melibatkan Iran dan Israel.

Baca Juga: Pelatih Senegal Buka Suara Usai Kalah Dramatis dari Belgia di Piala Dunia 2026

Di sisi lain, Amerika Serikat kembali menegaskan dukungannya terhadap upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Washington menilai eskalasi yang melibatkan tokoh-tokoh penting berisiko memperluas ketegangan dan memicu konflik yang lebih besar di kawasan.

Sementara itu, pihak Iran belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait laporan tersebut. Pemerintah Iran tetap menegaskan akan terus memantau setiap perkembangan yang berkaitan dengan keamanan para pejabat negara dan situasi regional.

Baca Juga: SPPG se-Kabupaten Bangka Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Air Limbah Dapur

Hubungan Iran dan Israel dalam beberapa waktu terakhir memang diwarnai ketegangan yang meningkat akibat saling serang dan berbagai insiden keamanan. Kondisi tersebut menjadi perhatian komunitas internasional karena dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah secara lebih luas.

Amerika Serikat berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog untuk meredakan konflik. Upaya diplomasi dinilai menjadi langkah penting guna mencegah terjadinya eskalasi yang dapat menimbulkan dampak lebih besar bagi keamanan dan perdamaian regional.

source: AS Ingatkan Iran soal Rencana Israel Bunuh Menlu-Ketua Parlemen